INFORMASI :

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA WONOHARJO

Tradisi Krapyakan Makam Dusun Wonosari

Tradisi Krapyakan Makam Dusun Wonosari

Sudah menjadi tradisi setiap bulan Rajab, warga dusun wonosari, sawangan dan lokarsa bersama-sama melaksanakan kegiatan membersihkan makam atau lebih dikenal dengan sebutan Krapyak di makam dusun wonosari pada Minggu (6/2/2022). Selain membuat lingkungan makam menjadi bersih, para warga yang hadir juga berziarah ke makam ahli kubur kerabatnya masing-masing.

Menurut Tri Gustoro (Kepala Wilayah) tradisi krapyak dilaksanakan setahun sebanyak dua kali, yaitu pada bulan sura dan bulan rajab.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Wilayah, Kaum, Ketua RT, Ketua RW serta warga masyarakat dusun wonosari.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari.  Pada hari pertama, sejak pukul 7.00 warga telah berkumpul di makam dusun wonosari. Dengan menggunakan cangkul, pacong (cangkul kecil), arit (sabit) dan sapu warga bergotong royong membersihkan makam. Pukul 13.00 WIB kegiatan telah selesai dan warga pulang ke rumah masing masing.

Pada hari kedua, senin (7/2/2022) Warga berkumpul kembali di makam dusun wonosari untuk melaksanakan slametan (kenduri krapyakan). Setiap Kepala Keluarga membawa nasi tumpeng lengkap dengan sayurnya seperti sayur mie atau sayur tempe.

Tahun ini di slametan krapyak dusun wonosari disembelih sebanyak 4 (empat) ekor kambing. Daging kambing ini dimasak menjadi gulai kambing yang lezat. Kemudian di bagikan kepada seluruh warga yang ikut slametan.

Dalam slametan warga memanjatkan doa tahlil kubur yang dipimpin oleh kaum (pemuka agama) yaitu bpk. Sanar.

Menurut Sardi Wachyono (Kasi Pelayanan Desa Wonoharjo) yang ikut dalam kegiatan tersebut “Kegiatan ini adalah salah satu tradisi khas desa wonoharjo, harapan kami kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di tahun – tahun mendatang dan tidak tergerus arus jaman”.

Bagikan :

Tambahkan Komentar Ke Twitter